Ekonomi Iran Terpuruk Imbas Perang, Butuh Lebih dari 1 Dekade buat Pulih

Teheran, — Kondisi ekonomi Iran dilaporkan mengalami tekanan berat akibat konflik berkepanjangan yang melibatkan negara tersebut. Dampak perang tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk benar-benar pulih.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa sebelum konflik terjadi, ekonomi Iran sudah berada dalam tekanan akibat sanksi internasional. Namun, perang semakin memperparah kondisi dengan memicu inflasi tinggi, pelemahan mata uang, serta penurunan aktivitas industri.
Data terbaru menunjukkan inflasi Iran melonjak hingga di atas 50% pada 2025, sementara nilai mata uang rial anjlok drastis hingga kehilangan sekitar 60% nilainya dalam waktu singkat.
Selain itu, lembaga internasional seperti IMF memperkirakan ekonomi Iran akan mengalami kontraksi signifikan, dengan pertumbuhan ekonomi negatif dan inflasi yang terus meningkat hingga mendekati 70% pada 2026.
Dampak perang juga menghantam sektor vital seperti energi, industri, dan perdagangan. Penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz menyebabkan gangguan besar pada ekspor minyak dan distribusi barang, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut.
Lebih jauh, konflik juga memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di berbagai sektor, mulai dari manufaktur hingga teknologi. Kerusakan infrastruktur serta gangguan rantai pasok membuat banyak perusahaan tidak mampu bertahan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa bahkan memperingatkan bahwa lebih dari 30 juta warga berpotensi jatuh kembali ke dalam kemiskinan akibat dampak perang yang berkepanjangan.
Para ekonom menilai, pemulihan ekonomi Iran tidak akan berlangsung cepat. Selain membutuhkan rekonstruksi infrastruktur yang masif, stabilitas politik dan kepercayaan investor juga menjadi faktor kunci yang sulit dipulihkan dalam waktu singkat.
Bahkan jika konflik berhenti dalam waktu dekat, efek lanjutan seperti inflasi tinggi, gangguan produksi energi, dan lemahnya daya beli masyarakat diperkirakan akan bertahan selama bertahun-tahun.
Dengan berbagai tantangan tersebut, banyak analis memperkirakan ekonomi Iran baru bisa kembali ke kondisi stabil dalam waktu lebih dari 10 tahun, menjadikannya salah satu dampak ekonomi terpanjang dari konflik modern.